KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha
Esa, karena atas berkat dan kekuatan yang diberikan kepada kami sehingga kami
dapat menyelesaikan Makalah dengan judul “Analisis Mengenai Dampak Toilet
Wanita di SMKN 1 Martapura”. Makalah ini merupakan salah satu tugas dalam
bidang study Ilmu Pengetahuan Alam.
Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu melalui bimbingan, dukungan, motivasi,
dan doa dalam menyelesaikan makalah ini terutama kepada ibu Sa’adah, S.Pd
selaku guru mata pelajaran yang bersangkutan. Ucapan terima kasih juga kami
sampaikan kepada narasumber yang telah memberikan penjelasan dan komentar.
Kami juga menyadari akan adanya keterbatasan di dalam
makalah ini. Namun kami berharap kiranya dapat diambil manfaatnya karena segala
sesuatu yang tertulis di dalam makalah ini merupakan pengalaman lapangan. Demi
untuk memperbaiki penulisan ini kami mengharapkan sumbangan saran, kritik maupun masukan dari pembaca
yang sifatnya membangun untuk kesempurnaan makalah ini di masa mendatang.
Akhir kata kami mengucapkan terima
kasih, semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca.
Martapura, Maret 2014
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG MASALAH
Lingkungan
sekolah yang bersih merupakan salah satu unsur yang harus ada, dibina dan
dikembangkan terus agar dalam proses pendidikan yang berjalan mencapai hasil
yang diharapkan. Oleh karena itu, jagalah kebersihan sekolah itu terutama
kebersihan toilet agar sekolah itu dapat berfungsi dengan baik sebagai wadah
untuk mendidik anak agar mereka memiliki kesadaran lingkungan dan berkemauan
berbuat sesuatu yang positif.
Salah
satu yang cukup berat untuk dihadapi di SMKN 1 Martapura adalah
kebersihan. Hal ini dikarenakan siswa kurang peduli dalam kebersihan,
apalagi dalam kebersihan di toilet. Hal ini dapat mengganggu kenyamanan siswa
dalam proses belajar mengajar.
Toilet adalah sebuah fasilitas yang
sangat penting, harus ada di tempat-tempat umum berada, contohnya sekolah,
pasar dan lain-lain. Toilet sebagai sarana atau prasarana kesehatan tempat
membuang hajat kotoran yang ada dalam perut kita. Kotoran yang ada dalam perut
jika tidak segera dibuang dengan segera, maka akan menjadi sumber sakit, dan gangguan
kesehatan. Masih banyak toilet di sekolah-sekolah, baik Sekolah
Dasar, Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Menengah Atas, yang belum
mengerti pentingnya menjaga kebersihan toilet.
Toilet yang ada
di sekolah, selama ini menyimpan beberapa permasalahan yang tak pernah
disadari. Kebersihan, jumlah, dan desain toilet juga perlu diperhatikan. Nah, di sini kami tertarik
untuk melakukan analisis mengenai dampak toilet wanita yang ada di sekolah,
untuk mewujudkan toilet higienis yang layak pakai.
1.2 IDENTIFIKASI
MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat
diidentifikasikan masalah sebagai berikut
1.
Bagaimana kondisi
toilet wanita di sekolah kita?
2.
Mengapa toilet
harus selalu dibersihkan?
3.
Siapa yang harus
bertanggung jawab atas kebersihan toilet?
4.
Apa
dampak tidak menjaga kebersihan toilet?
1.3
TUJUAN PENELITIAN
Adapun tujuan diadakannya penelitian ini adalah:
1.
Untuk membangkitkan
kesadaran para siswi untuk menjaga kebersihan toilet sekolah.
2.
Untuk memberikan
pengarahan bahwa kebersihan toilet itu sangat penting bagi kesehatan dan proses
belajar mengajar.
3.
Untuk
mewujudkan toilet higienis yang layak pakai
4.
Untuk mengetahui
peran serta siswi dalam menjaga kebersihan toilet sekolah.
5.
Untuk mengetahui
pengaruh kondisi limbah toilet di SMKN 1 Martapura.
1.4 MANFAAT
PENELITIAN
1.
Penelitian ini
dapat membuka wawasan kami tentang kondisi kebersihan toilet SMKN 1 Martapura
dan pengaruhnya bagi siswi serta membuka wawasan pembaca tentang toilet
higienis yang layak pakai.
2.
Menambah
pengetahuan bagi peneliti dan pembaca serta memperkenalkan manfaat kebersihan
toilet.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Kondisi kebersihan toilet wanita di SMK Negeri 1
Martapura
Kebersihan lingkungan sekolah adalah salah satu
faktor yang mendorong kita untuk lebih bersemangat dalam proses kegiatan
belajar mengajar. Kebersihan merupakan keadaan yang bebas dari kotoran apapun.
Misalnya, debu, sampah, dan bau. Kita harus menjaga kebersihan lingkungan di
sekitar kita, baik di rumah, sekolah, dan tempat umum.
Akibat apabila kita
tidak menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita adalah lingkungan menjadi kotor,
bau, dan rentan terjangkit penyakit, misalnya bakteri, virus, dan jamur.
Karena, bakteri, virus, dan jamur sangat menyukai tempat yang kotor dan
permukaannya basah, contohnya kamar mandi/toilet.
Bakteri yang terdapat
dalam kamar mandi/toilet adalah Salmonella Listeria dan Bacillus
yang bisa menyebabkan keracunan makanan. E-coli yang
menyebabkan infeksi dan Shigella yang menyebabkan disentri. Ada
juga virus di antaranya adalah Rhinovirus (penyakit flu),
Rotavirus (infeksi diare pada anak-anak), Respiratory Syncytial
Virus (infeksi pernapasan). Jamur tetnyata juga berdiam diri di kamar
mandi/toilet, seperti Candiada yang mengakibatkan penyakit yang
berhubungan dengan daerah kelamin dan Trichophyton juga Microsorum
yang menyebabkan cacingan dan bau kaki.
Untuk itu, mulai
sekarang kita harus menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita agar kita
terjauh dari sumber-sumber penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, maupun
jamur.
Berikut analisis
masalah toilet wanita di SMKN 1 Martapura:
- Saluran pembuangan air tersumbat dan menimbulkan bau.
- Lampu toilet banyak yang tidak menyala dan tidak ada lampunya, sehingga toilet menjadi gelap.
- Dinding-dindingnya penuh dengan coretan.
- Pintunya banyak yang sudah tidak layak untuk digunakan.
- Banyak keran air yang rusak.
- Bak air atau tempat airnya kotor dan lumuta.
- Gayungnya ada yang pecah dan kadang tidak ada.
- Tidak ada tempat untuk mengganti pakaian.
- Kurangnya kebersihan toilet.
- Kurangnya kesadaran siswi membuang pembalut sembarangan.
- Satu ruangan toilet berukuran 1,5 meter x 2,5 meter.
- Kurangnya jumlah toilet.
- Tidak ada washtafel.
- Pembangunan drainase yang kurang tepat
posisinya.
Solusi agar bisa mewujudkan toilet higienis yang layak pakai:
- Tidak membuang sampah sembarangan dan memberikan pengharum ruangan untuk toilet.
- Mengganti dan memasang lampu kamar mandi agar tidak terlihat gelap.
- Membersihkan dinding-dinding yang penuh dengan coretan ataupun mengecatnya lagi.
- Memperbaiki pintu kamar mandi yang rusak dengan yang baru.
- Mengganti dan memperbaiki keran-keran air yang telah rusak.
- Membersihkan bak air atau tempat air dengan menggunakan pembersih kamar mandi dan mengurasnya.
- Mengganti gayung yang pecah dan menambah gayung kamar mandi yang tidak ada gayungnya.
- Perlunya tempat ganti pakaian khusus, agar tidak ngantri lagi di toilet.
- Membersihkan toilet minimal empat kali sehari.
- Menyediakan tempat sampah, tisu dan plastik di setiap toilet.
- Ruangan toilet yang berukuran 1,5 m x 2,5 m sudah ideal, namun setidaknya dinding pemisah antar toilet yang lain ditinggikan lagi. Agar tidak terkesan kosong. Terdapat ventilasi udara dan penerangan sinar matahari yang cukup.
- Toilet di sekolah seharusnya minimal ada 6 toilet agar tidak antri.
- Setiap toilet seharusnya dikasih washtafel, sabun pencuci tangan dan cermin.
- Seharusnya drainase dibangun ditempat
yang tepat dan ditutup atau mendapatkan penanganan khusus agar limbah tersebut
tidak mengganggu penciuman.
2.2 Peran siswi dalam menjaga kebersihan toilet sekolahAgar toilet terlihat bersih, siswi dapat berperan dalam menjaga kebersihan toilet sekolah dengan cara tidak membuang sampah (pembalut, dll) sembarangan, selain itu siswi juga bisa memungut sampah yang berserakan dan membuangnya pada tempat sampah yang telah tersedia agar tidak ada sampah yang berserakan di dalam toilet maupun di luar toiler. Serta, siswi diharapkan tidak mencorat-coret dinding dan pintu, dengan begitu pintu dan dinding akan tetap terlihat bersih tanpa adanya coretan-coretan yang dibuat oleh siswi.Selain menjaga kebersihan, Pihak sekolah juga membuat satu peraturan yang didalamnya berisi anjuran bagi siswa/i untuk menjaga kebersihan toilet sekolah, dan memberi sanksi yang tegas bagi siswa/i yang melanggarnya.Hal yang paling pokok untuk peran siswa/i dalam menjaga kebersihan toilet SMKN 1 Martapura ini adalah, kesadaran diri masing-masing individu untuk menjaga kebersihan toilet sekolahnya agar toilet tetap dalam keadaan bersih dan terhindar dari berbagai macam penyakit.2.3 Akibat tidak menjaga kebersihan toiletAkibat tidak menjaga kebersihan toilet adalah toilet menjadi kotor, bau, tidak nyaman untuk digunakan, serta mengundang datangnya sumber-sumber penyakit.Kamar mandi/toilet sangat rentan oleh kuman dan sumber penyakit. Apalagi jika dibiarkan kotor dengan permukaan yang tidak bersih dan mengeluarkan bau tidak sedap, sudah pasti banyak kuman bersarang. Sebuah penelitian menyebutkan, jumlah bakteri akan lebih banyak ditemukan pada area yang basah dan sering digunakan, seperti kamar mandi/toilet. Fakta lain yang tidak kalah mengerikan adalah bakteri memiliki kemampuan berkembang biak dengan cepat. Setiap 20 menit, bakteri berkembang biak sehingga dalam 24 jam, jumlahnya bisa sampai delapan juta sel.Ternyata tidak Cuma satu jenis bakteri yang bersarang di kamar mandi/toilet. Misalnya, Salmonella Listeria dan Bacillus yang bisa menyebabkan keracunan makanan. E-coli yang menyebabkan infeksi dan Shigella yang menyebabkan disentri. Ada juga virus di antaranya adalah Rhinovirus (penyakit flu), Rotavirus (infeksi diare pada anak-anak), Respiratory Syncytial Virus (infeksi pernapasan). Jamur tetnyata juga berdiam diri di kamar mandi/toilet, seperti Candiada yang mengakibatkan penyakit yang berhubungan dengan daerah kelamin dan Trichophyton juga Microsorum yang menyebabkan cacingan dan bau kaki.2.4 Dampak limbah toilet terhadap siswiPembangunan Drainase yang tidak tepat posisinya, sehingga menimbulkan bau yang tidak enak apabila mau ke toilet. Limbah tersebut juga bisa mencemari udara dan lingkungan sekitar, serta dapat menimbulkan penyakit. Sebaiknya pembangunnya di tempatkan di posisi yang strategis dan ditutup, serta mendapatkan penanganan khusus agar tidak mengganggu lingkungan sekitar.Berikut toilet higienis yang layak pakai:
BAB IIIMETODE PENELITIAN3.1 Jenis PenelitianJenis penelitian yang kami pakai dalam membuat panelitian ini adalah penelitian survey. Penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sample yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variable.3.2 Subjek PenelitianBerdasarkan judul penelitian yaitu Analisis Mengenai Dampak Toilet di sekolah sehingga kami mengadakan penelitian toilet wanita di sekolah dan subjek penelitiannya adalah para siswi SMKN 1 Martapura.3.3 Lokasi dan Waktu PenelitianPenelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Martapura. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2014.3.4 Teknik Pengumpulan DataSimple random sampling yaitu pengambilan sample dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata dalam populasi tersebut. juga dengan memberikan beberapa angket kepada naarsumber untuk diisi sesuai dengan jawaban dan pikiran masing-masing narasumber.3.5 Teknik Analisis DataCara penulis dalam menganalisis data yang kami dapat yaitu dengan pertama-tama memastikan bahwa semua data dan landasan teori yang diperlukan telah diperoleh dengan baik. Lalu penulis mulai menghitung jumlah data, setelah itu penulis mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari tiap pertanyaan pada angket berdasarkan jumlah responden yang memilih. Langkah berikutnya, sesuai dengan jenis penelitian, penulis menghubungkan data-data yang satu dengan yang lain dan juga dengan landasan teori yang ada. Langkah terakhir, penulis menuangkannya dalam karya tulis ini.BAB IVHASIL PENELITIAN- Validitas Data
Berikut beberapa pertanyaan yang diberikan kepada subjek penelitian:1. Apa pendapat Anda tentang kondisi toilet yang sekarang?2. Apa saja masalah-masalah yang sering Anda temui di toilet?3. Di mana biasanya toilet yang bermasalah?4. Kapan sering terjadinya masalah?5. Menurut Anda siapa saja yang terkena dampak dari limbah toilet?6. Bagaimana saran Anda mengenai masalah-masalah tersebut?Berikut jawaban dari beberapa subjek penelitian:- Helda Damaiyanti (X Akuntansi 2)
1. Keadaannya kurang bersih, tidak adanya washtafel, pengharum ruangan, sabun, dan tisu.2. -Airnya sering mati. Jadi kalau mau BAB/BAK kadang harus mencari airnya dulu.-Gayungnya ada yang pecah dan kadang tidak ada.-Pintu yang sudah tidak layak digunakan.-Keran air yang rusak susah untuk mematikan air bila sudah penuh, sehingga kadangbanjir-Jumlah toiletnya kurang, jadi kadang harus antri dulu kalau mau BAB/BAK.3. Toilet ketiga. Pintunya sudah tidak layak digunakan.4. Setiap hari. Puncak konfliknya pada saat siang hari.5. Semua siswi-siswi yang ke toilet dan tukang pembersih toilet.6. Harus segera ada penanganan agar siswi yang mau buang kotoran terasa nyaman dan terhindar dari penyakit.- Putri Putri Lumantar Palupi (XI Akuntansi 1)
1. Pendapat saya tentang toilet sekolah yang sekarang sudah cukup baik, namun bukan berarti tidak ada masalah.2. Drainase yang di sebelah toilet itu sangat mengganggu, meski toilet tersebut letaknya sudah di belakang. Serta keran air yang rusak, sehingga susah untuk mematikan air apabila sudah penuh, itu yang kadang menimbulkan air meluap jadi banjir.3. Toilet ketiga yang sering bermasalah.4. Setiap hari. Paling sering pada pagi atau siang hari.5. Yang terkena dampak dari saluran drainase yang gagal itu umumnya adalah para siswi yang akan menggunakan toilet tersebut. Dan limbah juga bisa mencemari udara atau lingkungan sekitar.6. Seharusnya drainase tersebut di tutup atau mendapat penanganan khusus agar limbah tersebut tidak mengganggu aktivitas para siswi dan masyarakat setempat.BAB VPENUTUP5.1 KesimpulanSangat pentingnya peran siswi dalam menjaga lingkungan sekitar, salah satunya toilet di SMK Negeri 1 Martapura. Toilet di SMK Negeri 1 Martapura perlu ditingkatkan lagi kebersihannya, salah satunya dengan cara meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan dan mengetahui dampak-dampaknya. Siswi SMK Negeri 1 Martapura perlu dilatih untuk dapat bertanggung jawab dan tidak semena-mena menggunakan fasilitas toilet di sekolah dan tidak membuang sampah seperti pembalut sembarangan guna menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.5.2 SaranDemi menjaga kebersihan sekolah, perlu diadakan sosialisasi yang rutin tentang pentingnya kebersihan. Program-program yang dilakukan di sekolah seharusnya juga tertuju pada kebersihan lingkungan toilet, tidak hanya pada kelas dan sekitarnya. Dengan begitu siswa/i menjadi tahu akan pentingnya kebersihan lingkungan.
